Asumsi dari
Albert Bandura
Teori pembelajaran sosial adalah
bagaimana orang belajar melalui pengamatan orang lain. Contoh teori belajar
sosial akan menjadi siswa meniru guru. Self-efficacy adalah "kepercayaan
dalam kemampuan seseorang untuk mengatur dan melaksanakan program tindakan yang
diperlukan untuk mengelola calon situasi." Mengutip, self-efficiacy adalah
percaya pada diri sendiri untuk mengambil tindakan. Bobo Doll Experiment adalah
bagaimana Albert Bandura mempelajari agresi dan non-agresi pada anak-anak.[1]
Tahap awal penelitian Bandura
menganalisis dasar-dasar belajar manusia dan kemauan anak-anak dan orang dewasa
untuk meniru perilaku yang diamati pada orang lain, khususnya, agresi. Ia menemukan
bahwa menurut teori Belajar Sosial, model merupakan sumber penting untuk
belajar perilaku baru dan untuk mencapai perubahan perilaku.[2]
Dalam sebuah bukunya (Bandura, 1977b, hlm.11), Bandura berkata:[3]
“Dalam
pandangan faham belajar social, orang tidak didorong oleh tenaga dari dalam,
demikian pun tidak digencet stimulus-stimulus yang berasal dari lingkungan.
Alih-alih fungsional psikologi orang itu dijelaskan sebagai interaksi timbale
balik yang terus-menerus yang terjadi antara factor-faktor penentu pribadi dan
lingkungnnya”
Teori belajar sosila Albert Bandura
berusaha menjelaskan hal belajar dalam latar wajar. Tidak seperti halnya latar
laboratorium, lingkungan sekitar memberikan kesempatan yang luas kepada
individu untuk memperoleh keterampilan yang kompleks dan kemampuan melalui
pengamatan terhadap tingkah-laku model dan konsekuensu-konsekuensinya.[4]
Asumsi Dasar
Asumsi
yang menjadi dasar teori belajar sosila memberikan penjelasan tentang:
1.
Hakikat
proses belajar dalam latar alami
2.
Hubungan
antara orang yang belajar dengan lingkungannya
3.
Definisi
dari apa yang dipelajari
Dapat
dikatakan hakikat proses belajar dari Albert Bandura bermula dari kupasan atas
belajar imitatif senagaimana yang telah ditunjukkan oleh teori-teori yang
terdahulu, yaitu:
1.
Teori
behavioristik yang dikembangkan dalam laboratorium, dan
2.
Teori-teori
mengenai social anak
Menurut pandangan faham belajar social, tingkah-laku dan
lingkungan itu dapat diubah, dan tak satupun merupakn penentu utama dari terjadinya
perubahan tingka-laku.
“buku tidak akan mempengaruhi orang
kecuali seorang menulisnya dan orang lain memilih serta membacanya. Ganjaran
dan hukuman tetap tidak berpengaruh sampai dibangkitkan oleh performasi yang
cocok”(Bandura, 1974, hlm.866)
![]() |
Akan tetapi, pemerolehan tingkah-laku komplek tidak dapat dimengerti dengan hubungan dua arah antara lingkungan dan individu. Bandura(1978) karena itu mengajukan hubungan segi tidga yang saling berkaitan anatara tingkah-laku (T), lingkungan (L), dan kejadian internal yang mempengaruhi persepsi dann tindakan (P). Misal sesorang yang baru melakukan suatu pelatihan asertif(pencegahan), tingkah-laku individu dapat mengaktifkan reaksi lingkungan yang baru. Pada gilirannya, reaksi ini menghasilkan rasa percaya diri pada lingkungannya yang kemudian menjadi perantara bagi timbulnya tingkah-laku di waktu yang akan datang.[5]
[1]
http://www.wikipedia.com/albertbandura
[2] Henry P Sims Jr & Charles C Manz (1982): Teori
Belajar Sosial, Jurnal Manajemen Perilaku Organisasi, 3: 4, 55-63.
[3] Margaret E. Bell Gredler, Ibekajar
dan Membelajarkan Seri Pustaka Tekhnologi Pendidikan
N0.11,(Jakarta:Rajagrafindo Persada,1994), hlm. 369.
[4] Ibid, hal. 370
[5]
Ibid, hal. 376-78
